Posts Tagged ‘suo’

Kegigihan dan Ketekunan, Kunci dari Kesuksesan

“Jalani Hidup dengan Sabar dan Tekun” itulah moto yang selalu dipegang teguh oleh M. Syarfi Hutauruk.

Walikota Sibolga, optimis dan penuh semangat, demikianlah sosok M. Syarfi Hutauruk, saat ditemui di acara Wisuda Universitas Terbuka (UT) Periode II Wilayah 1 Tahun 2015. Hadir sebagai wisudawan ia meluapkan kebahagiaannya lulus dari S2 Magister Manajemen SDM UT, di tengah kesibukannya sebagai walikota akhirnya ia dapat menuntaskan pendidikannya dengan nilai yang memuaskan.

Pria yang dikenal kritis ini menyukai dan mencintai organisasi semenjak dirinya masih bersekolah bahkan hingga perguruan tinggi. Makanya tidak heran dirinya pernah menjabat di berbagai organisasi bahkan terakhir beliau menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR. “Saya dari kecil itu sudah terbiasa berorganisasi, baik di intra sekolah maupun di ekstra sekolah, di sekolah saya biasa jadi Ketua Kelas dan Ketua OSIS” tutur Pria kelahiran Pasar Sorkam, Tapanuli Tengah Sumatra Utara 09 Juli 1959 yang silam.

M. Syarfi Hutauruk menikah dengan Dra. Hj. Delmeria yang banyak aktif di berbagai kegiatan sosial. Saat ini dikaruniai 3 orang putera, Ilham Naufal, Raihan Fadhil dan Fairuuz Nauli.

Pendidikan formalnya dimulai di SD negeri pasar Sorkam (1973), Madrasah Tsanawiyah di Padang (1978-1979), Aliyah di Padang (1980), S1 di IAIN Imam Bonjol Padang (1986) dan S2 Magister Manajeman SDM di Universitas Terbuka (2015).

Sejak mahasiswa, aktif berorganisasi, antara lain aktif di Senat Mahasiswa dan menjadi Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). M. Syarfi Hutauruk dalam kedinasan pernah menjadi Anggota DPR/MPR RI (1997-1999), Anggota DPR/MPR RI (1999-2004), Staf Setditjen Penerangan Umum Deppen RI (1988-2001). Dalam non kedinasan ia pernah menjadi Marketing Manajer PT Sarana Bakti (1986-2000) dan Wartawan Majalah Kartini (1986_1996).

Sebagai Walikota dan sebagai alumni UT ia bertekad untuk membahagiakan masyarakat terutama kampung halaman di Sibolga Tapanuli Tengah dan berusaha berbuat lebih banyak dalam meningkatkan pembangunan didaerah tersebut.

Ketenangan Bhatin Adalah Segalanya

Tenang dan berwibawa, demikianlah pembawaan seorang putera daerah yang tengah dipercaya mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah Kota Sibolga, Mochamad Sugeng.

Hadir sebagai wisudawan dalam acara wisuda Universitas Terbuka (UT) Periode II Wilayah 1, terlihat dengan jelas pancaran kebahagiaan di wajahnya, karena ia dapat membuktikan kepada putra tunggal nya jika ia dapat menamatkan pendidikan S2 Magister Manajemen di Universitas Terbuka dengan nilai yang memuaskan.

Mochamad Sugeng, lahir di Probolinggo, Jawa Timur, 21 Nopember 1959, menikahi Nurhasanah dan dikarunia seorang putera yang bernama Dr. Yudistira Hidayat. “saya kuliah S2 selain untuk menambah pengetahuan serta wawasan saya, juga untuk memotivasi putera tunggal saya, bahwa usia tidak menghalangi saya untuk terus belajar, dan Universitas Terbuka adalah tempat yang tepat untuk saya menempuh pendidikan S2” papar pria berwajah teduh ini.

Pria yang mempunyai hobby membaca dan berenang ini adalah alumni FPMIPA IKIP Malang Tahun Ajaran 1983 dan memulai karirnya sebagai Guru SMA taman siswa Probolinggo, kemudian Tahun 1987 diangkat menjadi Kepala SMA Taman Siswa Kraksaan Probolinggo Tahun Ajaran 1990-1997 selanjutnya menjadi Pamong Pengajar pengasuh SMA Taruna Nusantara Magelang, pada Tahun 1998 menjadi Kepala SMA Negeri Plus Matauli Pandan Sibolga, Tahun 2001 menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.

Mochamad Sugeng yang juga peserta terbaik SPIMNAS II ini tergolong bertangan dingin dalam mempimpin Institusi, setelah membesarkan SMA Plus Matauli Pandan Sibolga dan membenahi Pendidikan di Tapanuli Tengah, beliau ditugaskan Bupati Tapanuli Tengah Drs. Panusunan Pasaribu, MM membidani berdirinya SMP AL-Muslimin Pandan, dan juga ditugaskan Drs. Tuani Lumbantobing Bupati Tapanuli Tengah berikutnya untuk mendirikan SMP Negeri Plus Pandan Nauli, kini ketiga Sekolah tersebut diakui prestasinya oleh masyarkat Sibolga dan Tapanuli Tengah.

“Ketenangan bhatin adalah segalanya” adalah motto yang dipegang pria yang menyukai warna hijau ini. Membagi konsentrasi dan konsistensi adalah kendala belajar di UT baginya, namun ia mempunyai strategi jitu untuk mengatasinya yaitu dengan mencuri waktu luang untuk belajar. Strategi jtu tersebut mengantarkan ia menjadi wisudawan saat ini dan membuat ia dapat membuktikan pada putera kesayangannya bahwa ia bisa.

 

sumber ut.ac.id

Bekerja Sambil Belajar Adalah Tantangan

Dengan balutan toga tampak wajah yang sumringah bahagia menerima penghargaan dari Rektor UT karena berhasil menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu dan hasil sangat baik (IPK 4,00 dan predikat cum laude). Widarso begitu sapaannya, pria yang memiliki hobi membaca dan menulis ini adalah salah satu lulusan terbaik Program Pascasarjana, Program Pendidikan Matematika pada wisuda Universitas Terbuka (UT) Periode II Wilayah 2 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), 26 Mei 2015.

Ini penghargaan kedua untuknya, ia sudah berprestasi saat mengenyam pendidikan S1 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Jember pada tahun 2000 sebagai Lulusan tercepat dan mendapat Indeks Prestasi tertinggi.

“Mengabdi kepada Allah, orang tua, masyarakat, bangsa dan negara” adalah moto pria kelahiran Bondowoso, 26 Agustus 1978. Bekerja sambil belajar bukan halangan untuknya, justru itu tantangan yang harus ia hadapi dan ia senang dengan proses perkuliahan yang di miliki oleh UT. Proses pembelajaran tatap muka dan secara online sangat membantunya dalam menyelesaikan tugas tanpa menggangu waktu bekerja. Disela-sela kesibukkannya dalam bekerja dia dapat berdiskusi dengan teman sesama mahasiswa dan tutor, UT itu sangat membantu saya, dia berharap kedepannya UT dapat membuka Program Doktoral.