Posts Tagged ‘PDGK4403’

INISIASI 2 PDGK4403

Pada inisiasi 2 ini kita mempelajari tentang perkembangan siswa Sekolah Dasar, yang membahas tentang pemahaman dan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan minat, bakat, kreativitas dan kecerdasan intelektual serta kecerdasan emosional pada anak SD. Ada beberapa penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi perkembangan dan ahli psikologi pendidikan mengenai pengertian minat, tapi apa yang dikemukakan tampaknya memberikan pengertian yang berbeda-beda, namun secara umum banyak yang mengaitkan minat dengan motivasi. Dikatakan bahwa minat merupakan aspek penting dari motivasi yang mempengaruhi perhatian, belajar, berpikir dan berprestasi. Untuk lebih jelasnya, Krapp, Hidi dan Renninger mengemukakan pengertian minat sebagai berikut: Minat pribadi yaitu sebagai suatu ciri pribadi individu yang merupakan disposisi abadi yang relatif stabil. Minat pribadi ini umumnya ditujukan pada suatu kegiatan khusus, misalnya olah raga, ilmu pengetahuan, musik, tarian, computer dan lain-lain. Minat situasional, merupakan minat yang ditimbulkan oleh kondisi atau factor- factor lingkungan, misalnya pengalaman seseorang membaca buku mengenai berbagai percobaan fisika, membuatnya lama- lama tertarik pada fisika. Minat sebagai keadaan psikologis, minat ini menggambarkan pandangan yang interaktif dan berkaitan dengan minat seseorang saling berinteraksi dengan lingkungan untuk menghasilkan suatu keadaan psikologis pada diri seseorang. Minat berperan penting dalam kehidupan seseorang dan berpengaruh besar pada tingkah laku dan sikap seseorang. Menurut Hurlock (1989) ada empat cara minat mempengaruhi perkembangan anak yaitu, minat dapat mempengaruhi bentuk dan intensitas aspirasi, minat dapat sebagai pendorong, minat berpengaruh pada prestasi, minat yang berkembang pada masa kanak- kanak dapat menjadi minat selamanya. Minat dapat dipelajari dengan mencoba-coba secara tidak langsung akan timbul minat terhadap sesuatu, seperti anak yang baru belajar bersepeda. Jika ia sudah mahir ia akan gemar bersepeda dan proses intensifikasi pada orang yang di cintai, anak yang menyukai atau berminat membaca sangat mungkin dikarenakan ia melihat ayah ibunya senang membaca. Sebagaimana halnya minat, setiap anak juga memiliki bakat karena bakat merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu tugas tanpa banyak tergantung kepada latihan. Namun demikian bakat juga perlu dikembangkan agar dapat lebih terwujud dalam kehidupan seseorang. Hal ini sesuai dengan pendapat Utami Munandar (1987) bahwa bakat dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan, sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. Pendapat ini juga sejalan dengan yang dikemukakan oleh Sarwono (1986) bahwa bakat adalah kondisi didalam diri seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai kecakapan,pengetahuan dan keterampilan khusus. Dengan demikian bakat merupakan potensi yang ada dalam diri seseorang yang perlu dilatih dan dikembangkan, karena tanpa latihan dan pengembangan, maka bakat yang ada dalam diri seseorang tidak akan terwujud. Berkaitan dengan bakat, sejak beberapa dekade ini banyak ahli mulai memikirkan pentingnya kreativitas dalam diri seseorang yang mencakup kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk memerinci. Kreativitas juga dapat dilihat dari konsep 4P yaitu pribadi, pendorong, proses dan produk. Kreativitas sebagai pribadi menunjukkan bahwa kreativitas dimiliki setiap orang. Sebagai pendorong, kreativitas diartikan sebagai seberapa besar lingkungan dapat memberikan andil dalam memberikan rangsangan. Proses menunjukkan bagaimana suatu hasil dapat dinikmati, sedangkan produk menunjukkan bahwa setiap hasil kreatif dapat dinikmati dan bermakna. Kemampuan kreativitas seseorang sangat tergantung dari faktor dalam diri dan luar diri. Oleh karena itu sebagaimana layaknya bakat dan minat, kemampuan kreatif seseorang juga perlu dikembangkan. Oleh karenanya sumber- sumber kreativitas seperti kognitif, keperibadian, motivasional dan lingkungan perlu dikembangkan semaksimal mungkin oleh pihak orang tua (keluarga) dan guru. Namun yang menjadi perhatian disini adalah kita tidak bisa menitik beratkan kreativitas seseorang itu hanya melalui produknya saja, justru yang terpenting dalam kreativitas adalah prosesnya, karena di situlah kita dapat melihat bagaimana munculnya keunikan ide seseorang. Terakhir diperbaharui: Selasa, 19 Oktober 2010, 09:48

INISIASI 1 PDGK4403

Pengertian Pendidikan

Pendidikan dapat dijelaskan dari berbagai sudut pandang, yaitu sudut pandang psikologi, sosiologi dan antropologi, ekonomi, politik, serta komunikasi.
Salah satu pengertian mengenai pendidikan dikemukakan oleh Driyarkara, yaitu suatu upaya memanusiakan manusia muda. Pengertian lainnya dikemukakan dalam Dictionary of Education, yaitu pendidikan adalah:
1. proses, dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat, dimana dia hidup;
2. proses sosial, dimana seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol, sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimal.
Selain itu, G. Thompson menyatakan pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap di dalam kebiasaan, pemikiran, siakp-sikap, dan tingkah laku. Sejalan dengan hal tersebut, Crow and Crow mengemukakan fungsi utama pendidikan adalah bimbingan terhadap individu dalam upaya memenuhi kebutuhan dna keinginan yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya sehingga dia memperoleh kepuasan dalam seluruh aspek kehidupan pribadi dan kehidupan sosialnya.

Saudara Mahasiswa, sebelum kita mempelajari lebih mendalam tentang mata kuliah Pendidikan Anak Di SD, alangkah baiknya mahasiswa terlebih dahulu memiliki kemampuan untuk memahami definisi dan pengembangan Pendidikan Anak di SD.
Read the rest of this entry »

PDGK4403 Pendidikan Anak di SD (4 sks)

Mata kuliah ini membekali, mahasiswa Program S1 PGSD untuk menguasai kemampuan menjelaskan aspek-aspek yang tercakup dalam pendidikan anak di SD, mulai dari pengertian pendidikan anak di SDhingga penanganan dan pembimbingan anak di SD, sehingga mampu mengelola, membimbing dan mengasuh  siswa SD.  Untuk menguasai kemampuan tersebut, mahasiswa dituntut mengkaji konsep-konsep yang disajikan dalam buku materi pokok, mengerjakan latihan dan tes formatif yang disediakan, mempelajari  web-supplement, serta diskusi dengan mahasiswa lain. Topik-topik yang dibahas dalam mata kuliah ini mencakup: Hakikat Pendidikan Sekolah Dasar, Pengembangan dan Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar, Perkembangan Siswa SD, Perkembangan Moral dan Sosial pada Anak Usia Sekolah Dasar, Kebutuhan Anak SD, Teori Belajar dan Implikasinya dalam Pembelajaran, Pendekatan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Konvensi Hak Anak, Konvensi Hak Anak dan Pendidikan, Implikasi Hak Anak di Sekolah Dasar, Hakikat Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar, serta Prosedur Pengelolaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah Dasar. Untuk itu mahasiswa diharapkan dapat mengkaji modul,
mengerjakan latihan mandiri online, mengikuti tutorial online (tuton), dan mengikuti tutorial tatap muka. Kemampuan mahasiswa terhadap mata kuliah ini diukur melalui ujian akhir semester (UAS) dalam bentuk tes tertulis dan tugas tutorial dalam bentuk tes uraian dan/atau kinerja.

Download soal latihan UAS PDGK4403

Download panduan membuka soal