Posts Tagged ‘MKDK4002’

INISIASI 7 MKDK4002

MATERI INISIASI 7

 

Setelah mempelajari materi inisiasi ini Anda diharapkan mampu menjelaskan Perkembangan  Apeksi Remaja.  Oleh karena itu materi inisiasi 7 ini  tentang perkembangan intelektual dan  emosional remaja di sekolah menengah. Anda diharapkan berperan aktif dalam tuton ini. Disamping itu Anda dituntut dapat mengerjakan tugas yang diberikan dalam tuton ini. Dipersilahkan Anda mempelajari materi inisiasi  7 tuton ini dengan seksama.

 

 

PERKEMBANGAN AFEKSI REMAJA

PENDAHULUAN

Sudah cukup lama dirasakan adanya ketidakseimbangan antara perkembangan intelektual dan emosional remaja di sekolah menengah. Kemampuan intelektual mereka telah dirangsang sejak awal melalui berbagai macam sarana dan prasarana yang disiapkan di rumah dan di sekolah. Mereka telah dibanjiri informasi berbagai informasi, pengertian-pengertian, serta konsep-konsep pengetahuan melalui media massa (televisi, video, radio, dan film) yang semuanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan para remaja sekarang.

Dari segi fisik, para remaja sekarang juga cukup terpelihara dengan baik sehingga mempunyai ukuran tubuh yang sudah tampak dewasa, tetapi mempunyai emosi yang masih seperti anak kecil. Terhadap kondisi remaja yang demikian, banyak orang tua yang tidak berdaya berhadapan dengan masalah membesarkan dan mendewasakan anak-anak di dalam masyarakat yang berkembang begitu cepat, yang berbeda secara radikal dengan dunia dimasa remaja mereka dulu (http://www.sekolahindonesia.com/sidev/NewDetailArtikel.asp).

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat dan semakin modern mempengaruhi dunia pendidikan yang cenderung mengutamakan aspek kognitif (kecerdasan intelektual), sementara nilai-nilai afektif keimanan, ketakwaan, mengelola emosi dan akhlak mulia sebagaimana ditegaskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional yaitu : untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa dan berakhlak mulia, kurang banyak dikaji dalam dunia pendidikan persekolahan.

Hal ini bukan karena tidak disadari esensinya, melainkan pendidikan lebih mengutamakan mengejar ilmu pengetahuan dari pada mendidik dan membina kepribadian dan akhlak mulia anak didik. Dunia pendidikan tidak mengembangkan nilai-nilai afektif sebagai dasar pembinaan kepribadian anak yang menjadi tolok ukur pertama dan utama dalam pelaksanaan pendidikan di Negara kita, menjadi parsial atau tidak utuh sebagaimana diisyaratkan oleh Pendidikan Umum bahwa pendidikan menyeimbangkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Akibat nilai pendidikan parsial, tidak menyeimbangkan kognitif dan afektif, anak didik disatu pihak intelektualnya cerdas, kemampuan skill cakap dan terampil, di sisi lain potensi afeksi emosional tidak terbina terutama di kalangan remaja sehingga melahirkan erosi moral afektual, kultural dan menjadi penyebab dehumanisasi dan demoralisasi. (http://pages-yourfavorite.com/ppsupi/abstrakpu2004.html)

Gejala-gejala emosional para remaja seperti perasaan sayang, marah, takut, bangga dan rasa malu, cinta dan benci, harapan-harapan dan putus asa, perlu dicermati dan dipahami dengan baik. Sebagai pendidik mengetahui setiap aspek tersebut dan hal yang lain merupakan sesuatu yang terbaik sehingga perkembangan remaja sebagai peserta didik berjalan dengan normal dan mulus tanpa ada mengalami gangguan sedikitpun.

Lebih jelasnya, silahkan download materi inisiasinya disini

INISIASI 6 MKDK4002

MATERI INISIASI 6

 

Setelah mempelajari materi inisiasi ini Anda diharapkan mampu menjelaskan Aspek perkembangan Motorik Anak.  Oleh karena itu materi inisiasi 6 ini berupa kajian tentang Berbagai pandangan mengenai perkembangan motorik anak. Dipersilahkan Anda mempelajari materi inisiasi  6 tuton ini dengan seksama.

 

ASPEK PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK

PENDAHULUAN

Pembentukan kualitas SDM yang optimal, baik sehat secara fisik maupun psikologis sangat bergantung dari proses tumbuh dan kembang pada usia dini. Perkembangan anak adalah segala perubahan yang terjadi pada anak yang meliputi seluruh perubahan, baik perubahan fisik, perkembangan kognitif, emosi, maupun perkembangan psikososial yang terjadi dalam usia anak (infancytoddlerhood di usia 0 – 3 tahun, early childhood usia 3 – 6 tahun, dan middle childhood usia 6 – 11 tahun). Masing-masing aspek tersebut memiliki tahapan-tahapan sendiri. Pada usia 1 bulan, misalnya pada aspek motorik kasarnya, anak sudah bisa menggerakkan tangan dan kakinya.

Masa balita adalah masa emas (golden age) dalam rentang perkembangan seorang individu. Pada masa ini, anak mengalami tumbuh kembang yang luar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kognitif maupun psikososial. Perkembangan anak berlangsung dalam proses yang holistic atau menyeluruh. Karena itu pemberian stimulasinya pun perlu berlangsung dalam kegiatan yang holistik.

Demikian pun dalam kaitan dengan kecerdasan motorik anak, tentu saja dipengaruhi oleh aspek perkembangan yang lainnya, terutama dengan kaitan fisik dan intelektual anak. Dalam inisiasi ini akan coba di paparkan apa yang dimaksud dengan kecerdasan motorik, pentingnya perkembangan motorik anak, bagaimana proses perkembangan motorik anak pada usia middle age atau anak anak (3 – 5) tahun dan stimulasi apa saja yang bisa diberikan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik anak usia 3 – 5 tahun.

Lebih jelasnya, silahkan download materi inisiasinya disini

INISIASI 5 MKDK4002

MATERI INISIASI 5

 

Setelah mempelajari materi inisiasi ini Anda diharapkan mampu menjelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Bahasa. Oleh karena itu materi inisiasi 5 ini  tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Anda diharapkan berperan aktif dalam tuton ini, sehingga terjadi interaksi antara mahasiswa dengan tuton. Disamping itu Anda dituntut dapat mengerjakan tugas yang diberikan dalam tuton ini. Dipersilahkan Anda mempelajari materi inisiasi  5 tuton ini dengan seksama.

 

Perkembangan Bahasa Anak

“Bahasa adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini tercakup semua cara untuk berkomunikasi dimana pikiran dan perasaan diperlukan dalam bentuk lambang atau simbol untuk mengungkapkan suatu pengertian (Noehi Nasution, 1992:60). Secara naluriah anak memiliki potensi untuk berkomunikasi dengan lingkungan yang telah diwujudkan semenjak anak lahir.

Lebih jelasnya, silahkan download materi inisiasinya disini

INISIASI 3 MKDK4002

Setelah mempelajari materi inisiasi ini Anda diharapkan mampu menjelaskan menjelaskan karakteristik anak usia SD. Oleh karena itu materi inisiasi III ini berupa kajian tentang karakteristik dan perkembangan anak Sekolah Dasar. Anda diharapkan berperan aktif dalam tuton ini, sehingga terjadi interaksi antara mahasiswa dengan tuton. Disamping itu Anda dituntut dapat mengerjakan tugas yang diberikan dalam tuton ini. Dipersilahkan Anda mempelajari materi inisiasi  III tuton ini dengan seksama.

 Perkembangan Anak Sekolah Dasar

Pendidikan di sekolah Dasar (SD) memiliki keunikan tersendiri. Karakteristik dan perkembangan anak Sekolah Dasar (SD) ini dibahas agar dapat memperoleh pemahaman dan gambaran yang jelas mengenai perkembangan minat, bakat, kreatifitas dan kecerdasan intelektual serta kecerdasan emosional pada anak usia Sekolah Dasar (SD). Dengan memahami bagaimana karakteristik dan perkembangan anak usia sekolah dasar tersebut diharapkan dapat merancang suatu pengajaran yang sesuai bagi anak-anak sekolah dasar.

1.    Karakteristik anak Sekolah Dasar

Menurut Noehi Nasution (1992:43-44) karakteristik anak SD dapat diperinci menjadi dua fase yaitu:

(1). Masa kelas rendah SD, kira-kira umur 6 atau 7 sampai 9 atau 10 tahun, dengan karakteristik: Adanya korelasi yang tinggi antara keadaan kesehatan pertumbuhan jasmani dengan prestasi sekolah. Adanya sikap yang cenderung untuk mematuhi peraturan-peraturan permainan yang tradisional. Adanya kecenderungan memuji sendiri. Suka membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain, kalau hal itu dirasanya menguntungkan untuk meremehkan anak lain. Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal, maka soal itu dianggapnya tidak penting. Pada masa ini (terutama pada umur 6-8) anak menghendaki nilai (angka rapor) yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau tidak.

(2). Masa kelas tinggi SD yaitu kira-kira umur 9 atau 10 sampai 12 atau 13, dengan karakteristik sebagai berikut : Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret; hal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan­pekerjaan yang praktis. Amat realistik, ingin tahu dan ingin belajar. Menjelang akhir masa ini telah ada minat terhadap hal-hal dan mata pelajaran khusus, yang oleh ahli-ahli yang mengikuti teori faktor ditafsirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor. Sampai kira-kira umur 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugasnya dan memenuhi keinginannya; setelah kira-kira umur 11 tahun pada umumnya anak menghadapi tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Pada masa ini anak memandang nilai (angka rapor) sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah.

Anak-anak pada masa ini gemar membentuk kelompok sebaya, biasanya untuk dapat bermain bersama-sama. Di dalam permainan ini biasanya anak tidak lagi terikat kepada aturan permainan yang tradisional; mereka membuat peraturan sendiri.

Untuk lebih jelasnya silahkan download materi lengkapnya disini

INISIASI 2 MKDK4002

Setelah mempelajari materi inisiasi ini Anda diharapkan mampu menjelaskan Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Individu. Oleh karena itu materi inisiasi 2 ini berupa kajian tentang Pandangan aliran atau para ahli tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan individu. Anda diharapkan berperan aktif dalam tuton ini, sehingga terjadi interaksi antara mahasiswa dengan tuton.  Dipersilahkan Anda mempelajari materi inisiasi 2  tuton ini dengan seksama. Selamat Belajar.

Memahami Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Individu

Secara umum perkembangan manusia selalu dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam, faktor indogin dan faktor eksogin, faktor ekstern dan faktor intern. Faktor manakah yang lebih kuat antara keduanya, tiap orang, golongan atau faham, masing-masing memiliki perbedaan. Hal ini adalah karena pendapat-pendapat mereka masih berdasarkan keyakinan belum berdasarkan penelitian yang mendalam atau yang alamiah.

Setiap individu dilahirkan kedunia membawa heriditas tertentu. Artinya karakteristik individu diperoleh melalui pewarisan dari pihak orang tuanya. Karakteristik yang menyangkut fisik (seperti struktur tubuh, warna kulit dan bentuk rambut) dan psikhis atau sifat-sifat mental (seperti emosi, kecerdasan dan bakat).

Untuk lebih jelasnya, silahkan download materi lengkapnya di sini

INISIASI 1 MKDK4002

Saudara Mahasiswa, selamat berjumpa dan selamat mengikuti tutorial online (tuton) matakuliah Perkembangan Peserta Didik/MKDK4002 pada semester ini. Saudara akan mengikuti tuton ini selama delapan kali pertemuan, dan pada pertemuan ke 3, ke 5, ke 7 akan diberikan tugas tutorial berupa tes yang akan memberi kontribusi terhadap nilai akhir matakuliah. Matakuliah ini merupakan Implikasi Karakteristik Peserta Didik terhadap Penyelenggaraan Pendidikan yang berbobot 2 SKS. Penyajian tuton ini lebih bersifat pengayaan untuk memperdalam dan memperjelas Buku Materi Pokok Perkembangan Peserta Didik yang terdiri dari 6 modul.  Setelah mempelajari materi inisiasi ini Anda diharapkan mampu menjelaskan Konsep Dasar Tugas-tugas perkembangan dan Tahapan-tahapan dalam Perkembangan Manusia. Oleh karena itu materi inisiasi 1 ini berupa kajian tentang Konsep dasar tugas-tugas perkembangan dan Tahapan-tahapan dalam perkembangan manusia. Anda diharapkan dapat berperan aktif dalam tuton ini, sehingga terjadi interaksi antara mahasiswa dengan tutor tuton. Dipersilahkan Anda menyimak materi inisiasi 1 tuton ini dengan seksama. Selamat Bergabung.

Konsep Dasar Tugas-tugas Perkembangan

Manusia dalam menjalani serangkaian proses kehidupannya mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan yang erat kaitannya dengan peningkatan kuantitas pada fisik manusia terjadi sejak masa konsepsi dan berhenti setelah mencapai maturasi (kematangan) yang terjadi pada masa remaja atau masa dewasa awal seperti dinyatakan oleh Tanner (Bee, 1984 : 91) “the final part of the pattern is the leveling of at the beginning of adulthood, wick remarks the end of growth as we usually thing of it.” Hal ini berbeda dengan perkembangan yang berjalan terus menerus hingga akhir hayat manusia sebagaimana dikemukakan Thornburg (1984 : 16) yang menyatakan bahwa “perkembangan berlangsung secara terus menerus di sepanjang hidup seseorang, mulai dari masa konsepsi sampai berakhirnya kehidupan orang itu.” Walaupun dalam proses pertumbuhan dan perkembangan selalu ditandai dengan adanya perubahan, tidak semua perubahan yang terjadi dapat diartikan sebagai perkembangan. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Candida Peterson (1996 : 20) yang menyatakan “Some permanent changes over the life span are better descried as ageing than as growth.” Lebih lanjut Peterson juga menyatakan bahwa perubahan yang dapat dikategorikan sebagai perkembangan harus memenuhi 4 kriteria yaitu

Lebih lengkapnya, silahkan download materinya disini

MKDK4002 Perkembangan Peserta Didik (2 sks)

Mata kuliah ini membekali, mahasiswa Program S1 PGSD membahas tentang: 1. Hakikat pertumbuhan dan perkembangan, karakteristik, dan perbedaan individual (fisik, intelek, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, nilai, moral, dan sikap). Anak usia Sekolah Dasar, Anak usia Sekolah Menengah dan orang dewasa; 2. Kebutuhan dan tugas perkembangan peserta didik (SD,Sekolah Menengah dan orang dewasa); serta 3. Implikasi kebutuhan dan tugas perkembangan peserta didik dalam penyelenggaraan pendidikan. Untuk itu mahasiswa diharapkan dapat mengkaji modul, mengerjakan latihan mandiri online, mengikuti tutorial online (tuton), dan mengikuti tutorial tatap muka. Kemampuan mahasiswa terhadap mata kuliah ini diukur melalui ujian akhir semester (UAS) dalam bentuk tes tertulis dan tugas tutorial dalam bentuk tes uraian dan/atau kinerja.