Unek-unek

PERBAIKAN BIODATA PESERTA UJIAN KELAS 6 (SUDAH DITUTUP)

Minggu ini ada tugas baru untuk Operator SD se Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu, mereka ditugaskan untuk mengedit biodata siswa kelas VI yang sudah di upload di alamat http://103.10.170.164. Informasi ini saya terima malam Jum’at kemaren pada tanggal 07 Februari 2012 tepatnya pukul 20.30 WIB (kurang lebih pukul segitu lah).

Jujur Saja, saya agak bingung juga si. Siapa yang mengikuti sosialisasi, siapa yang harus menginput data. Bagaimana tidak, terkadang seseorang lebih mementingkan EGO DIRI SENDIRI dari pada mengakui kekurangan yang ada pada diri mereka dan memberikan atau mau mendengarkan mereka yang lebih berpengalaman (jika topiknya berhubuan dengan aplikasi pendataan, apa susahnya si mengajak operator ikut sosialisasi, seperti itulah kira-kira filosofi saya). Kejadian ini merupakan kejadian yang kedua kalinya, dimana sebelumnya “kepala suku” dikumpulkan oleh pihak UPTD Pendidikan, mereka diberikan sosialisasi mengenai perubahan jam mengajar untuk pengisian form dapodik/aplikasi pendataan secara offline lalu data tersebut dikirim ke server pusat. Kemudian setelah mereka diberikan sosialisasi, mereka menginstruksikan kepada para operator di sekolah masing-masing. Saya juga memaklumi, bahwasannya manusia tidak ada yang sempurna, hanya mereka terkadang tidak tau cara menjadi manusia yang sempurna.

Tidak semua hasil sosialisasi bisa diserap oleh “kepala suku” hasilnya tentu saja akan berdampak pada operator. Kejadian seperti ini terulang kembali pada awal bulan ini, ketika ada sosialisasi pendataan ujian nasional untuk siswa kelas VI tahun ini. “Kepala suku” dikumpulkan kembali dan diberikan pengarahan agar biodata peserta ujian siswa kelas VI segera diperbaiki. Dengan mudahnya mereka menginstruksikan operator melalui sebuah pesan singkat yang ditujukan kepada operator agar segera memperbaiki data peserta ujian siswa kelas VI tahun ini.

SMS diterima kemudian saya baca. Ketika mulai login, saya sendiri merasa bingung. Bagaimana tidak, mereka (kepala suku red) menginstruksikan segera melakukan pengeditan pada peserta ujian nasional tahun ini, tetapi mereka tidak memaparkan bagaimana proses pengeditan dilakukan. Alhasil, banyak operator yang kebingungan (termasuk saya). Saya coba melakukan investigasi ke TKP (kaya di tv aja) dan akhirnya saya menemukan solusinya. Melalui salah satu grup pada situs jejaring sosial, disitu diungkapkan kalau tombol savenya sudah tidak ada, berarti data sudah tidak bisa disave lagi. Trus bagaimana apabila terjadi kesalahan pada identitas peserta didik khususnya kelas VI? Saya ssendiri juga masih bingung :D

AKAN ADA PENCAIRAN HONOR UNTUK OPERATOR DAPODIK

Minggu ini saya dikejutkan dengan sebuah informasi yang entah datangnya dari mana. Info tersebut berkaitan dengan pencairan honor operator dapodik tingkat sekolah. Saya ingat ketika pertama kali mengikuti sosialisasi, walaupun tidak bisa mengingat semua informasi yang disampaikan, tetapi ketika kegiatan sosialisasi tersebut akan berakhir salah satu nara sumber memberikan himbauan,

“Silahkan dapodik ini dikerjakan dengan benar dan seksama, karena data ini akan dijadikan acuan oleh pemerintah pusat, jadi silahkan antara kepala sekolah dan operator saling berkoordinasi, kemudian segala biaya yang ditimbulkan pada pendataan ini silahkan ditanggung oleh sekolah masing-masing”.

Kalau urusan duit, dengan cepat masuk ke memory saya :D .