Author Archive

Pendidikan Menjadi Lampu Aladin untuk Mengentaskan Kemiskinan

Penerapan konsep Adopsi Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) perlu dicapai. Namun, Menteri PPN/Kepala Bappenas Sofyan Djalil mengkhawatirkan salah satu poin dari konsep SDGs yakni kualitas pendidikan atau quality of education.

“Saya termasuk orang yang khawatir dengan pendidikan kita. Anak-anak itu sudah enggak semangat lagi,” keluh Sofyan di kantornya, Jakarta.

Sofyan pun membandingkan kondisi tersebut dengan salah satu direktur perusahaan Jepang. Sang direktur yang usianya sudah mencapai 70 tahun itu masih memiliki semangat. Berbeda dengan anak-anak di Indonesia yang tidak memiliki rasa semangat.

“Dia (direktur Jepang) itu masih begitu bersemangat saat berbicara. Berbeda dengan anak-anak kita, meski tentu enggak semua. Anak-anak kita kurang kreatif, padahal di tahun mendatang kreativitas jadi kunci paling penting,” tegas Sofyan.

Menurut Sofyan, semua sasaran dari konsep SDGs memang harus dicapai. Namun, pendidikan yang terpenting karena akan memajukan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan.

“Lebih penting menurut saya nomor empat, yakni quality of education. Pendidikan menjadi lampu Aladin yang mengangkat dan mengentaskan orang dari kemiskinan terutama pendidikan berkualitas. Kita harus pikirkan pendidikan di negara ini,” tukasnya.

Sumber berita: liputan6.com dan redaksi

Sumber gambar: www.pinterest.com

Sekolah Harusnya Berkolaborasi, Bukan Berkompetisi

Keberadaan sekolah-sekolah yang ada diharapkan tidak saling berkompetisi satu sama lain. Melainkan sama-sama berkolaborasi untuk bisa menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik lagi. “Saat ini, bukan lagi zamannya sekolah untuk berkompetensi. Tapi sekolah perlu berkolaborasi,” ungkap Ketua Gerakan Sekolah Menyenangkan, Lili Halim di Kedubes Australia.

Lili mengungkapkan, para siswa yang mengeyam pendidikan di Australia merasakan suasana sekolah yang berbeda di Indonesia. “Datang ke sekolah dengan berat hati dan pulang dengan senang hati,” ujarnya. Gerakan ini berusaha untuk mendampingi sekolah-sekolah di Indonesia agar bisa menciptakan suasana yang menyenangkan. Namun, bukan perkara mudah untuk bisa mengubah hal tersebut. “Menolong sekolah untuk bertransformasi. Pendidikan itu bukan seperti sulap yang bisa langsung berubah. Dan itu cukup panjang prosesnya,” ujarnya. Dalam gerakan ini juga dikembangkan budaya yang positif. Budaya sehat, baik sehat secara fisik maupun psikis. Menciptakan suasana yang aman dan membuat anak-anak merasa senang.

“Anak-anak kalau bisa merasa senang kalau ketika datang ke sekolah,” imbuhnya.

Selain itu, juga ada partisipasi dari orangtua. Sehingga hasilnya pun bisa maksimal. Serta pendidikan karakter menjadi salah satu poin penting yang diperhatikan. “Pendidikan karakter itu harus dimulai sejak TK dan SD. Pendidikan karakter menjadi hal yang penting,” tambahnya.

Sumber berita: news.okezone.com dan redaksi

Sumber gambar: kemdikbud.go.id

Cerita Dongeng Berbahasa Ibu Kurangi Kendala pada Anak

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengungkapkan bahwa dongeng berbahasa ibu dan Indonesia dapat mengurangi kendala berbahasa.

“Salah satu penyebab kebutaaksaraan di Tanah Air itu karena ego bahasa ibu yang kental. Dongeng bahasa ibu dan nasional itu penting karena kantong kebutaaksaraan terdapat ego bahasa ibu yang kental,” ujar Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemdikbud, Ella Yulaelawati.

Dengan adanya keegoan ini, lanjut dia, Kemdikbud pun berencana membuat buku dongeng dengan bahasa ibu dan nasional di tingkat PAUD. Cara ini diharapkan bisa mengurangi kendala kemampuan anak dalam berbahasa. Selain itu, Elly berencana memberdayakan komunitas pencipta lagu anak. Kemudian, pihaknya berharap bisa membuat kanal rumah dongeng daring (online). Kanal ini bisa menjadi tempat anak mencari lagu yang disertai operet dan cerita. Selama ini Elly memandang anak-anak lebih suka cerita dongeng luar negeri seperti Hulk, Captain Amerika, Cinderella, dan sebagainya. “Kami masih mencari para penulis dongeng yang bisa menarik perhatian anak dengan kisah dongeng khas Indonesia,” katanya. Kemdikbud juga berencana bekerja sama dengan salah satu stasiun televisi untuk menyajikan tayangan TV yang pro-PAUD.

“Agak sulit menyelipkan tayangan mendidik untuk anak usia dini di televisi selama ini. Hal ini karena mahalnya biaya untuk beberapa detik saja di televisi. Sementara biaya Kemendikbud di Ditjen PAUDNI-Dikmas sangat terbatas,” tukas dia.

 

Sumber berita: log.viva.co.id dan redaksi

Sumber gambar: kemdikbud.go.id

Guru TK Respons Positif Uji Kompetensi Guru

Surabaya, Kemendikbud — Peserta uji kompetensi guru (UKG) di Kota Surabaya sebagian besar merupakan guru-guru TK pada tiga hari pertama pelaksanaan UKG, yaitu 9-11 November 2015. Hingga hari ini, pelaksanaan UKG di Kota Surabaya berlangsung dengan baik dan lancar. Guru-guru TK bahkan merespons positif pelaksanaan UKG 2015.
Ana, guru di TK Islam Al Azhar 15 Surabaya mengatakan, tujuan UKG sebagai alat untuk melakukan pemetaan terhadap kompetensi guru adalah sesuatu yang bagus. “Kalau menurut saya, ini kan dasarnya pemetaan. Jadi kan tau kira-kira secara teoritis dan praktik guru itu seperti apa standarnya. Kita bisa mengukur standar kemampuan kompetensi gurunya seperti apa dari ujian seperti ini”, katanya sesaat sebelum mengikuti uji kompetensi guru di SMP Negeri 3 Surabaya, Jawa Timur, Selasa siang (10/11/2015).

Mendikbud Tinjau Uji Kompetensi Guru di Hari Pertama untuk Wilayah Jakarta

Kemendikbud, Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meninjau pelaksanaan Uji Kompetensi Guru 2015 hari pertama untuk wilayah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, pagi ini (10/11/2015). Lokasi tinjauan dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Bagaimana, bisa? Susahkah,” tanya Mendikbud. Secara serempak, “Insya Allah,”jawab para guru. Pada kesempatan yang sama, Mendikbud berpesan mengenai keberadaan UKG bagi para guru. “UKG ini sebagai cermin bagi guru, nanti hasil UKG sudah ada apakah puas atau tidak, lalu kepingin belajar lagi,” ujarnya.

Tunjangan Profesi Guru Tidak Dihapus

Jakarta, Kemendikbud — Tunjangan Profesi Guru (TPG) tidak dihapus. Hal itu ditegaskan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata, menanggapi isu adanya rencana penghapusan tunjangan profesi guru. “Nggak ada yang bilang menghapuskan. Buktinya, tunjangan profesi guru tahun depan sudah dianggarkan,” ujar pria yang akrab disapa Pranata itu di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (28/9/2015). Ia mengatakan, untuk tahun 2016 sudah disiapkan anggaran sebesar Rp73 triliun untuk tunjangan profesi guru PNSD (Pegawai Negeri Sipil Daerah) dan Rp7 triliun untuk tunjangan profesi guru non-PNS dari APBN. Pemberian tunjangan profesi guru itu sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Dalam pasal 15 ayat 1 UU tentang Guru dan Dosen itu disebutkan, penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum yang diterima guru meliputi gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru.

Read the rest of this entry »

Melalui Program GGD, Pemerintah Upayakan Pemerataan Pendidikan di Indonesia

Jakarta, Kemendikbud — Pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia saat ini belum merata, pemerintah sangat berkomitmen dalam upaya mengatasi masalah tersebut. Program Guru Garis Depan (GGD) adalah salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta pemerintah daerah dalam memeratakan pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia terutama dalam hal pendistribusian tenaga pendidik atau guru.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, target pemerintah ke depan adalah pemerataan pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Dia mengambil contoh, ​pemerintah menargetkan ​kualitas pelayanan pendidikan di pulau Jawa dengan kualitas pelayanan pendidikan di daerah-daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur memiliki kualitas pelayanan pendidikan yang sama​ nantinya​ “Targetnya kesana, jangan sampai terjadi sebuah ketimpangan dan kesenjangan yang sangat lebar, itu yang tidak kita inginkan,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Pelepasan Guru Garis Depan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Read the rest of this entry »

Penilaian dan Penetapan Angka Kredit Pengawas Sekolah

Berdasarkan Peraturan MENPAN-RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, maka dalam rangka pengembangan karier pengawas dalam jabatan/pangkat, dengan ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Read the rest of this entry »

Uji Kompetensi Guru

Guru memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pencanangan guru sebagai profesi oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 4 Desember 2004, memperkuat peran guru dalam pelaksanaan pendidikan. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen secara eksplisit mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru secara berkelanjutan sebagai aktualisasi dari sebuah profesi pendidik. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dilaksanakan bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat.

Berkaitan dengan program tersebut, pemetaan kompetensi yang secara detail menggambarkan kondisi objektif guru dan merupakan informasi penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait dengan materi dan strategi pembinaan yang dibutuhkan oleh guru. Peta guru tersebut dapat diperoleh melalui uji kompetensi guru (UKG). Sasaran program strategi pencapaian target RPJMN tahun 2015–2019 antara lain adalah meningkatnya kompetensi guru dan tenaga kependidikan dilihat dari Subject Knowledge dan Pedagogical Knowledge yang diharapkan akan berdampak pada kualitas hasil belajar siswa. Oleh karena itu untuk mengukur capaian RPJMN, maka pada tahun 2015 UKG akan dilaksanakan bagi seluruh guru di Indonesia.

Read the rest of this entry »

KUESIONER PENDATAAN SEKOLAH

Menindak lanjuti surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu nomor : 420/2790-Selret/2015 perihal Pengisian Kuesioner Pendataan Sekolah Tahun Pelajaran 2015/2016.
Surat edaran ini saya terima langsung dari kepala sekolah disanggar, hal ini terjadi akibat kesalah pahaman antara informasi dengan kegiatan, padahal informasinya sudah jelas, tapi ya sudah lah, apa mau dikata, manusiawi jika seseorang memiliki argumen yang berbeda, akan tetapi jika perbedaan itu malah merugikan orang lain????? bagaimana???
Ada yang bertanya dapat sms tidak??? lah saya bingung sms apa??? tapi dilihat dari mereka-mereka yang bertanya sms, semertinya hanya dari wilayah tertentu saja, lah buktinya wilayah saya ga ada yang dapat. Ok tanpa banyak cingcong, monggo yang mau donlot formatnya.

Download Format Kuesioner

Donasi

No Rek : 4238-01-003860-53-1
A/N : AJI KHAHARUDIN


February 2016
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
29