AKAN ADA PENCAIRAN HONOR UNTUK OPERATOR DAPODIK

Minggu ini saya dikejutkan dengan sebuah informasi yang entah datangnya dari mana. Info tersebut berkaitan dengan pencairan honor operator dapodik tingkat sekolah. Saya ingat ketika pertama kali mengikuti sosialisasi, walaupun tidak bisa mengingat semua informasi yang disampaikan, tetapi ketika kegiatan sosialisasi tersebut akan berakhir salah satu nara sumber memberikan himbauan,

“Silahkan dapodik ini dikerjakan dengan benar dan seksama, karena data ini akan dijadikan acuan oleh pemerintah pusat, jadi silahkan antara kepala sekolah dan operator saling berkoordinasi, kemudian segala biaya yang ditimbulkan pada pendataan ini silahkan ditanggung oleh sekolah masing-masing”.

Kalau urusan duit, dengan cepat masuk ke memory saya :D .

Himbauan tinggal himbauan, kenyataanya sampai sekarang operator dapodik belum menerima haknya sebagai operator sekolah. Bahkan jika dipresentasikan dari sekian banyak operator ditempat saya bekerja, hanya 0,sekian % yang baru memperoleh honor, malah saya mendengar kalau pun mereka diberi honor, itu dipotong secara terang-terangan oleh kepala sekolah, dengan dalih kepala sekolah juga bertanggungjawab karena menandatangani pemberkasan ini. Apa mau dikata, operator tetap operator. Lalu bagaimana tindakan operator menyikapi hal ini…???

Kembali lagi sudah resiko jadi operator, siapa suruh ngelamar kerja jadi TU di SD. Berbagai macam usaha kami lakukan untuk menuntut hak kami, tapi apa mau dikata mereka yang bisa memenuhi tuntutan kami sepertinya enggan dan bersifat seolah-olah tidak mengetahui akan hak-hak operator yang belum terpenuhi. Bagaimana tidak, sudah sekian bulan pendataan ini terselesaikan, tapi apakah hak sebagai operator sudah terselesaikan…??? Dalam sebuah forum saya pernah mengajukan pertanyaan, kepada narasumber.

“Pak tolonglah, kami ini kerja lembur siang malam, bahkan kami sering diundang untuk sosialisasi, tolong bantu kami untuk menuntut hak-hak kami kepada yang berkepentingan”

Tetapi jawabannya apa…

“Ya nanti juga akan dipenuhi, bahkan kami dari pihak lembaga yang tertinggi di kecamatan, sudah memberikan himbauan kepada kepala sekolah untuk disampaikan kepada guru PNS yang sudah memperoleh sertifikasi, apabila mendapatkan rezeki lebih tolong sisihkan recehan untuk operator”. 

Tapi kenyataannya, sampai sekarang belum ada tuh yang seperti itu. Maklum, pencairan dana sertifikasi terkadang tidak menentu, kadang dua bulan cair, kadang tiga bulan baru bisa cair. Waktu terus berlalu, entah sampai kapan himbauan tadi akan terlaksana. Sebagai operator terkadang saya merasa kapok menerima pekerjaan seperti ini, sudah resikonya besar, tekanannya pun besar pula, tetapi pengertian kepada operatornya hampir tidak ada samasekali. Ya mudah-mudahan seiring dengan berjalannya waktu, akan tumbuh bibit-bibit recehan dihalaman rumah saya (seperti tanaman). Tulisan ini sengaja saya buat (01.45 WIB) sebagai pelampiasan karena saya tidak bisa tidur kalau dipikiran saya terlintas kata dapodik. Mau ngadu kepada siapa, dan mau menuntut kepada siapa, kalau bukan pada selembar kertas putih berukuran B5 yang terkumpul dalam satu file bercover plastic transparan. Kalau kertas tersebut saya sebarkan, saya khawatir kehidupan pribadi saya akan diketahui oleh mereka yang membacanya :D :D . Melalui blog ini, sebagian besar unek-unek tentang dapodik, saya tuangkan disini, karena blog ini saya buat bukan sekedar iseng copas artikel dari blog lain. Tapi blog ini juga saya jadikan sebagai tempat untuk mengumpulkan sampah-sampah yang ada di otak dan pikiran saya.

Leave a Reply

Donasi

No Rek : 4238-01-003860-53-1
A/N : AJI KHAHARUDIN


September 2015
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
adFly